http://sambak-q.blogspot.com/ http://renunganku-spiritku.blogspot.com/
oOnPizz
 
  Mungkinkah kita bisa membuat sendiri antenna untuk WLAN 2.4GHz? Mengapa tidak? Di sini saya akan mencoba menjelaskan tentang pembuatan wireless dari kaleng susu. Oleh karena itu kita jangan membuang kaleng-kaleng yang ada di rumah. Kaleng-kaleng yang ada di rumah bisa di daur ulang untuk membuat antena wireless yang dengan biaya murah meriah.

Konsep yang kita gunakan yaitu konsep dasar gaya hidup hijau, yakni reuse, refill, dan recycle, juga berlaku di dunia teknologi informasi. Kita bisa mendaur ulang kaleng-kaleng yang ada di rumah menjadi antena wireless LAN.

  Sebenarnya isitilah antena kaleng bukan penyebutan yang benar. Sebab, kaleng dalam keseluruhan antena ini, hanya berfungsi sebagai balancing saja. Kita bisa  menganalogikan dengan antena helical pada HT yang sebenarnya hanya balancing, bukan antena.

Pada saat pertama kali kita membuat antenna wireless dari kaleng, kita tidak langsung bisa jadi dengan mulus karena banyak spectrum analyzer susah dicari sehingga tidak bisa menganalisis performance antena kaleng buatan sendiri.

Kita hanya bisa menganalisis berdasarkan jarak jangkauan dan stabilitas koneksi saja. Sedangkan signaling tidak bisa dianalisis tanpa tool. Jadi, saat itu tidak diperoleh data kebocoran sinyal, adanya spletter ke frekuensi lain, dan lain sebagainya.

Lambat laun, kita mulai menganalisis sendiri berdasarkan trial and error. Dan kita juga bisa berhasil menemukan beberapa titik kritis dalam pembuatan antena kaleng. Misalnya, antena kaleng itu umumnya punya sudut pancaran (beamwidth) 15 derajat. Hal ini diketahui dengan membandingkan sudut pancaran signal antena jadi.

Pada kita membuat wireless kita banyak mengalami masalah dalam pembuatan wireless kita harus melakukan beberapa percobaan agar antenna wireless yang kita buat bisa di pakai dengan bagus dan sampai akhirnya kita juga bisa menemukan cara optimal dalam merakit antena kaleng.

Cara-cara optimal tersebut meliputi perhitungan ideal, teknis pemasangan, hingga mekanisme pointing yang benar. Hasilnya, antena kaleng buatan kita sendiri berani diadu dengan antena wireless orisinal.

Saat sudah menemukan teknik ideal perakitan antena kaleng, terjadi hal yang menguntungkan di dunia Internet Indonesia. Yakni tren layanan baru Internet Service Provider (ISP) yang menyediakan aplikasi wireless mulai marak. Di samping itu, banyak ISP yang mengubah topologinya dengan misi mendekatkan diri ke konsumen. Yakni konfigurasi dan topologi jaringan wireless LAN outdoor low range dengan maximum density.

“Maksudnya ISP mendirikan Base Transmission Station (BTS) baru di sekitar konsentrasi kliennya, dengan jangkauan rendah (sekitar 1-2 km) untuk menjangkau pelanggan yang terkonsentrasi di daerah tersebut.”

Pembuatan antena kaleng sendiri melalui beberapa tahap. Tahap pertama adalah pembuatan antena kaleng itu sendiri. Dilanjutkan dengan pemasangan dan pointing.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum melakukan instalasi. Yakni, gunakan perhitungan Link Budget Calculator .

Setelah terpasang dan sudah di-pointing, bandingkan gain antena wave guide dengan antena existing link yang sudah ada. Pasang antena di tower atau pipa kemudian lakukan pointing sampai maksimal dan siap digunakan.

Jangan lupa, perhatikan cuaca untuk keselamatan antena dan radio. Jangan pernah melakukan pointing saat mendung, apalagi hujan. Baik di lokasi pemasangan atau di ISP yang hendak dituju. Bagaimanapun, antena wave LAN, baik kaleng atau orisinal, masih sensitif terhadap cuaca.

Saya di sini akan mencoba menjelaskan Komponen yang perlu di siapkan, Peralatan yang perlu di siapkan, Langkah-langkah pembuatan wireless, Dan perhitungannya.

 

I . Komponen yang perlu di siapkan antara lain adalah :

·         1 x 0.55 meter pipa paralon diameter 40 mm (40 mm inner, 42-43 mm outer)

·         1 x 40 mm (diameter) penutup paralon

·         1 x 150 mm (diameter) penutup paralon atau potongan plastic yang tebal dengan diameter sama.

·         2 x 25 mm atau 35 mm baut U

·         8 x mur untuk baut U

·         8 x ring untuk baut U

·         1 x 5/16 “ baut yang pendek dengan mur dan ring yang cocok

·         1 x lempengan kuningan dengan ketebalan 0.4-0.7 mm secukupnya untuk di potong dengan lingkaran ber diameter 130 mm

·         Kabel tembaga diameter 1 mm berlapis email sepanjang beberapa meter

·         1 x konektor N untuk dilekatkan di panel

·         3 x mur dan ring untuk konektor N

·         Lem Araldite yang lambat mengeringnya

·         Lem Loctite 424 atau yang mirip seperti superglue atau hotglue gun

·         Penutup silicon

·         Selotape

II. Peralatan yang dibutuhkan :

·         Gergaji

·         Meja yang rata atau datar

·         Pemotong kabel

·         Kunci untuk baut 5/16”

·         Obeng untuk konektor N

·         Bor

·         Solder

·         Gunting (untuk menggunting lempengan kuningan)

·         Pisau

 

 

III. Langkah membuat antenna Wireless :

Gunakan rhspiral untuk right handed spiral helical dan ihspiral untuk left    handed spirals. Kita membutuhkan circle untuk membuat ground plane, kecuali jika kita dapat membuat lingkaran dengan berdiameter 130 mm yang baik

·         Potong pipa paralon 40 mm sepanjang 550 mm (50 cm)

·         Lilitkan template lilitan rhspiral di pipa paralon dan selotape ujung-ujungnya. Tidak masalah kita menggunakan RIGHT atau Left handed template selama ujung-ujungnya menyambung.

·         Ujung awal template akan menjadi tempat menempelkan ke dasar antenna. Sebaiknya ujung awal dilebihkan sedikit untuk mengkompensasi ketebalan penutup paralon 40 mm

·         Gunakan ujung yang lancip seperti cutter, beri tanda pada template sepanjang jalur helical dalam interval tetap, missal 5 atau 6 tanda setiap putaran. Dengan cara ini kita akan meninggalkan tanda pada paralon untuk memudahkan pada saat kita melilit kabel email. Beri tanda di mana kabel email berhenti di pipa paralon. Kita harusnya mempunyai beberapa mm kelebihan di pipa paralon.

·         Lilitkan kabel tembaga berlapis email dan gunakan superglue unuk menempelkan kabel ketempat akhir kabel di pipa paralon. Perlahan lilitkan kabel sepanjang pipa paralon ikuti tanda spiral yang telah kita toreh di pipa paralon. Pada interval yang sama, misalnya setiap ½ atau 1/3 lilit, tambahkan lem untuk menempelkan kabel.

·         Pada saat kita mendekati akhir lilitan, lilitan terakhir jangan di lem. Biarkan cukup banyak kabel 10 cm atau lebih di akhir lilitan. Biarkan dulu beberapa saat sampai lem mongering

·         Potong Lempengan kuningan ata tembaga dengan diameter 130 mm

·         Bor lubang pada penutup paralon 150 mm dan lempengan 130 mm untuk baut dan konektor N. Semua berpusat pada penutup paralon 40 mm yang akan ditempelkan pada penutup paralon 150 mm. Posisikan konektor N pada pinggiran kanan dari penutup paralon 40 mm

·         Potong penutup paralon 40 mm agar ada tempat cukup untuk konektor N maupun lubang baut-nya yang tiga buah itu.

·         Lubangi bagian tangah penutup paralon agar cukup untuk baut 5/16”. Penutup paralon dengan potongan maupun lubang baut.

·         Baut penutup paralon 40 mm dan 150 mm menjadi satu seperti tam-Neo Teknopak. (konektor N dan reflector belum terpasang).

·         Tempat penempelan baut U terserah kepada kita tergantung pada ukuran 25 atau 35 mm atau berapa pun. Pastikan agar tidak mengganggu pada saat kita memasang kabel coax di konektor N.

·         Pasang lempengan tembaga atau aluminium 130 mm pada penutup paralon 150 mm, dan bautkan pada penutup paralon 40 mm. Pastikan semua lubang pada lempengan dan penutup paralon pas.

·         Sambungkan konektor N

·         Untuk dapat matching impedansi antenna yang biasa sekitar 150 ohm untuk antenna helical ke kabel coax yang hanya 50 ohm, kita membutuhkan lempengan tembaga atau kuningan selebar 15-20 mm. Potong lempengan tersebut diagonal dan hubungkan dari konektor N ke ujung antenna. Ukuran potongan tembaga yang digunakan pada sisi tegak adalah 17 mm dan 71 mm dengan diagonal 73 mm. Lempeng aluminium tidak dapat di solder, jadi jangan digunakan.

·         Masukan pipa paralon ke penutup paralon 40 mm dan tandai di mana spiral akan bertemu dengan ujung penutup. Potong kabel email yang berlebih di sini, gunakan ampelas untuk menghilangkan email yangada agar siap untuk di solder

·         Solder lempengan tembaga yang baru kita buat di atas kabel email dari spiral helical. Gunakan lem seperlunya. Mungkin kita perlu melakukan trimming dari lempengan tembaga untuk mencocokan ukuran.

 

·         Pada saat pipa paralon masuk secara penuh ke penutup 40 mm, seharusnya pipa akan masuk dengan baik. Setelah itu lempengan tembaga yang menjadi matching impedansi di solder ke konektor N

·         Agar pipa paralon menempel dengan baik ke penutup paralon 40 mm, ampelas permukaan kedua benda yang akan saling berhubungan ini dengan ampelas agar lem yang kita gunakan dapat lebih baik menempelkan paralon.

·         Gunakan lem araldite yang SLOW DRYING (bukan 5 menit). Letakkan araldite di ujung bawah pipa paralon dan di dalam penutup pipa paralon. Atur posisi konektor N dan rangkaian matching impedansinya.

·         Biarkan lem mengering (sekitar 1 hari). Pasang baut U dan Kita sudah memiliki sebuah antenna helical. Bentuk konektor N yang menonjol melalui lempengan tembaga yang terhubung pada lempengan matching impedansi tembaga

·         Alasan utama mengapa penutup 150 mm digunakan agar kita dapat menutup seluruh konstruksi antenna menggunakan pipa paralon 150 mm sehingga aman dari gangguan cuaca, burung dll.

Beberapa hal terpenting :

·         Tes pipa paralon yang akan digunakan untuk antenna di dalam oven microwave. Kalau pipa paralon menjadi panas setelah di oven selama 2 menitan, artinya bahan pipa paralon tersebut baik/tidak baik untuk antenna, karena akan mengambil energi radio.

·         Rangkaian matching impedensi di atas tidak terlalu sensitive

·         Antena ini cukup baik digunakan untk jarak 3-4 km dengan line of sight yang sangat baik.

·         Ada banyak kemungkinana variasi desain, misalnya kita dapat menggunakan PCB yang di-etch sesuai dengan pola circle sebagai reflector.
  Bahan :

·         1 konektor chassis mount N-female

·         4 pasang mur dan baut atau sesuai kebutuhan

·         Kabel tembaga 12 gauge secukupnya

·         1 kaleng, diameter yang disarankan adalah 3 inchi atau 3 2/3 inchi

·         Kabel ‘Pigtail’ (dengan konektor N-male)

·         Kartu wireless yang dapat dihubungkan ke ‘Pigtail’

 

Perlengkapan :

·         Bor untuk melubangi kaleng, dapat dig anti dengan palu dan paku solder

Cara Membuat :

·         Pilih kaleng yang ingin digunakan. Buka satu sisinya, cuci bersih, termasuk labelnya

·         Buat lubang di sisi kaleng anda. Usahakan agar lubang tepat dengan ukuran konektornya.

·         Jarak lubang dari dasar kaleng tergantung diameter kaleng

·         Pasang kabel pada konektor, gunakan solder. Usahakan panjang kabel yangkeluar dari konektor ke dalam kaleng 1.21 inchi

·         Sekarang pasang konektor N-female itu, pada lubang yang ada. Gunakan mur dan baut sepentingnya, sebaiknya sisi yang dipasang mur menghadap keluar kaleng.

·         Hubungkan N-male pada kabel ‘Pigtail’ ke konektor N-female

·         Hubungkan ‘Pigtail’ pada kartu wireless

·         Atenna siap digunakan, arahkan bagian yang terbuka pada ‘temen’ kita.

N.B :Tambahkan corong didepan kaleng untuk memperluas arah penerimaan.

Beragam Bentuk Berbeda Cara

Ada perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB di dalamnya. Seperti produk Iconnect. Namun, ada juga yang masih konektornya UTP biasa, seperti produk Compex, Senao, Planet, dan lain sebagainya.

Untuk perangkat radio yang sudah memiliki mini HUB atau mini router atau NAT gateway, bisa langsung dipasang ke komputer pengguna, tanpa melewati router lagi.


Take lots of naps..
Be weird whenever you have the chance ;
Love your friends, no matter who they are.

Reply
9/14/2010

Among those whom you like, you can find no common denominator, but among those whom you love, you can: all of them make you laugh.

Reply
11/28/2010

New week start, the skyhawks are cool, we need some useful idea , this blog is so useful, nice.

Reply



Leave a Reply.

    Anto D. GembelZ

    ini adalah beberapa tugas n materi yang saya dapat saat kuliah di pOLTEK. semoga bisa membantu anda...

    Archives

    November 2010
    July 2010

    Categories

    All
    Curiculum Vitae
    Mata Kuliah
    Pelajaran
    Skripsi
    Tugas Besar

    RSS Feed

    Web Hosting

http://sambak-q.blogspot.com/ http://renunganku-spiritku.blogspot.com/